Konsumsi Beras Sintetis Kelurga alami Sakit Tenggorokan, Demam dan Sakit Kepala
Seorang ibu rumah tangga (IRT) di kawasan Kelurahan Campago Ipuh Kecamatan Mandiangin Kota Selayan (mks), Kota BukitTinggi Sumatera Barat, tak mengetahui kalau ia membeli beras yang berbeda dengan beras yang di konsumsi sehari-hari. Ternyata, beras itu adalah beras sintetis yang rupanya agak sedikit berbeda dari yang biasa ia beli.
Beras sintetis biasanya mengacu pada produk makanan yang diciptakan dengan menggunakan bahan-bahan buatan manusia atau teknologi yang telah dimodifikasi untuk meniru rasa, tekstur dan sifat beras alami. Beras sintetis berwarna putih bersih, pipih lonjong bahkan terlihat seperti dicetak.
Beras sintetis tidak tumbuh dari tanaman padi seperti beras alami. Beras diproduksi dalam laboratorium atau fasilitas manufaktur dengan menggunakan bahan-bahan yang berbeda. Beras sintetis dibuat dari bahan-bahan seperti pati, Protein nabati dan bahan tambahan lainnya seperti pengental,pewarna dan penguat rasa. Komposisi kimianya bisa beragam. Pembuatan beras sintetis melibatkan proses rekayasa genetika, fermentasi atau teknologi lainnya yang memungkinkan penciptaan butiran-butiran beras tiruan.
Beras itu juga dijual dengan harga murah yakni Rp5.000 per kilogram. Korban awalnya membeli 5 kilogram dan telah mengkonsumsinya sebanyak 3 kilogram. Alhasil, keluarganya menderita demam hingga sakit tenggorokan usai mengkonsumsi beras sintetis tersebut. Beruntung ibu rumah tangga itu langsung melaporkan kejadian yang menimpa keluarganya. Satu kilo beras pun telah diamankan petugas untuk penyelidikan.
“ Kepada masyarakat untuk selalu waspada karena sekarang banyak beredar beras sintetis tersebut. Serta masyarakat jangan panic, tetap tenang dan waspada.” Kata Walikota BukitTinggi, Erman Safar.
“ Saya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Jadi Kepada masyarakat untuk membeli beras ditempat langganan dan terpercaya. Serta jangan tergiur dengan beras yang murah selain program dari pemerintah atau lembaga resmi. ” Himbauan Pemko BukitTinggi.
“ Kepada masyarakat jika menemukan beras dengan ciri-ciri yang mencurigakan agar melaporkan ke Pemkot BukitTinggi melalui dinas pertanian dan pangan atau melalui kelurahan/kecamatan, untuk nantinya dilaksanakan uji laboratorium.” Tambahnya Erman Safar selaku Walikota BukitTinggi.
Penggunaan beras sintetis memiliki potensi bahaya dan risiko, beberapa bahaya terkait dengan penggunaan beras sintetis diantaranya: Jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan atau memiliki efek samping berdampak negative pada kesehatan manusia. Bahan yang digunakan juga mengandung bahan-bahan yang dapat menyebabkan alergi seperti ruam kulit, gangguan pencernaan atau gejala alergi lainnya.
Jadi penting diingat bahwa beras sintetis masih dalam pengembangan, dan risiko-risko ini harus diteliti secara lebih mendalam seiring dengan perkembangan teknologi ini. Regulasi yang ketat dan penelitian ilmiah yang cermat penting untuk memastikan bahwa produk ini aman dan memenuhi standar gizi yang diperlukan bagi konsumen.
Oleh: Ilma Masturia (Mahasiswa Ekonomi Syariah UIN KHAS JEMBER )
Terima kasih atas infonya kak, sangat bermanfaat sekali bagi saya yang kurang memahami "apa itu beras sinteis."
BalasHapusTerimakasih infonya kk, baru tau kalau ada "beras sintetis"
BalasHapusOpini yg Sangat informatif, terutama bagi individu yang tidak memahami tentang bers sintetis
BalasHapuswahh sangat membantu infonyaa kak,makasih
BalasHapusInformasi yang bagus, dimana saya sebagai pembaca dapat menerima berita baru perihal gejala ketika kita mengkonsumsi beras sintesis
BalasHapuswahh infonya sangat bermanfaat kaka
BalasHapusTerima kasih. Informasi ini sangat bermanfaat. Masyarakat menjadi lebih waspada saat membeli beras di pasaran agar terhindar dari beras sintesis yg berefek negatif apabila dikonsumsi
BalasHapusInformasi yang menarik, semoga bisa mengedukasi para pembaca
BalasHapusTerimakasih telah berbagiš
BalasHapusTerimakasih untuk informasinya yg bermanfaat ini
BalasHapuswahh informasi yang sangat membantu
BalasHapus